Rabu, 30 Juni 2010

Solidaritas Rakyat Papua Tolak MIFEE (SORPATOM)

Solidaritas Rakyat Papua Tolak MIFEE
(SORPATOM)
Sekretariat : Aspuri Maro, Kompleks Muyu-Mandobo, Padang Bulan - Abepura

Siaran Pers
No.  01/VI/2010

Program MIFEE (Merauke Integrated Food and Energy Estate) telah dicanangkan secara resmi oleh Bupati Merauke, Jhon Gluba Gebze pada perayaan HUT kota Merauke ke 108 tanggal 12 Februari 2010. MIFEE atau pengembangan produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan di Merauke, dicanangkan guna membuat program srategis yang berorientasi eksport. Proyek MIFEE melibatkan 32 Investor yang bergerak di bidang perkebunan, pertanian tanaman pangan, perikanan darat, peternakan, konstruksi, dan industri pengolahan kayu. Proyek ini akan beroperasi di hampir semua distrik di Merauke dan 1 distrik masing-masing di Mappi  dan Boven Digoel. Lahan seluas 1.616.234,56 Hektar yang kaya akan kayu alam, binatang dan sumber makanan pokok satu-satunya bagi kaum pribumi setempat itu akan dihancurkan dan digantikan dengan perkebunan kelapa sawit, kedelai, jagung, industri kayu, perikanan darat dan peternakan  guna memenuhi  semua kebutuhan Imperialis, Borjuasi Besar Komprador (Konglomerat) dan Kapitalis Birokrat (Pejabat Pemerintah).

MIFEE, bertolak belakang dengan propaganda sepihak para penggagasnya,  merupakan wujud penghancuran terhadap komunitas masyarakat adat pemilik hak ulayat atau Tuan Tanah Tipe Lama (Tipe 1) di kabupaten Merauke, Mappi dan Boven Digoel oleh Tuan Tanah Tipe 2 (32 Investor) dan Tuang Tanah Tipe 3 (Pemerintah RI). Tuan Tanah Tipe 2 dan Tuan Tanah Tipe 3 adalah perpanjangan tangan dari Imperialis AS. Mereka mendapat sokongan dana dari Imperialis dan bersarang dalam lingkaran oligarki finansial. Tugas Tuan Tanah Tipe 2 dan Tuan Tanah Tipe 3 adalah menyediakan semua yang dibutuhkan oleh Imperialis : bahan mentah murah bagi industri  Imperialis, upah buruh murah dan wilayah dengan jumlah penduduk yang terkonsentrasi sebagai pasar potensial bagi barang-barang produksi Imperialis.

Pemerintahan Boneka Imperialis saat ini adalah Rezim Fasis Reaksioner SBY-Boediono yang menjadi Tuan Tanah Tipe 3. Rezim  Fasis Reaksioner  SBY-Boediono yang memegang tampuk pemerintahan Republik Indonesia saat ini adalah Tuan Tanah Besar di Indonesia karena kedudukannya sebagai penguasa di seluruh Nusantara.  Dalam konteks Papua, Rezim Fasis Reaksioner SBY-Boediono adalah  Tuan Tanah Tipe  3.  Rezim ini anti-rakyat dan tugasnya adalah : (1) membuat undang-undang,  peraturan pemerintah dan Inpres (payung hukum) dan jasa legislasi di Parlemen untuk meloloskan semua kepentingan Tuan Tanah Tipe 2 dalam rangka merampas semua tanah milik Tuan Tanah Tipe 1; (2) bersama Tuan Tanah Tipe 2 merancang dan mempraktekkan sewa tanah yang dimanipulasi dengan berbagai istilah seperti Kontrak Karya, Biaya HGU, Biaya HGB, Biaya HTI, Biaya HPH dan berbagai macam retribusi; (3) mengontrol produksi secara langsung melalui PT Perkebunan Nusantara yang memiliki 14 Perusahaan Induk dan Perhutani yang berkedok Hutan Tanaman Industri; (4)  menyediakan alat reaksioner (TNI-Polri) untuk melindungi semua keputusannya sambil mengintimidasi dan menjaga serta memastikan agar Tuan Tanah Tipe 2 tidak boleh diserang oleh Tuan Tanah Tipe 1 yang tanahnya dirampas maupun oleh buruh murah yang tenaganya diperas oleh Tuan Tanah Tipe 2.

Beberapa payung hukum yang dibuat oleh Tuan Tanah Tipe 3 antara lain : (1) Undang-Undang (UU) Nomor  27 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, (2) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah, (3) Peraturan Pemerintah (PP) 26/2008 tentang Rencana Tata Ruang Nasional (RTRWN), (4) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2  Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak dari penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan di Luar Kegiatan Kehutanan, (5) Peraturan Pemerintah (PP) No 24/2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan, (5) Peraturan Pemerintah (PP) No 10/2010 tentang Tata Cara Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan, (6) Inpres No.5 tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi tahun 2008-2009 dan (7) Raperda Kabupaten Merauke Tahun 2009 Tentang Merauke Integrated Food and Eenergy Estate  yang dibuat oleh Pemkab Merauke.

Rezim Fasis Reaksioner sebelumnya yaitu Soeharto sampai Megawati Soekarnoputri kemudian SBY-JK dan Rezim Fasis Reaksioner saat ini SBY-Boediono sebagai Tuan Tanah Tipe 3 membuat dan menerapkan Undang-Undang (UU), Peraturan Pemerintah (PP), Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Daerah (Perda) yang disebutkan diatas dengan satu tujuan yaitu merampas tanah adat milik Tuan Tanah Tipe 1 di Merauke, Mappi dan Boven Digoel dan memberikannya secara bertahap kepada Tuan Tanah Tipe 2 agar tanah dan kekayaan alam bisa dikelola melalui proyek MIFEE sesuai skema dan petunjuk langsung dari tuan Imperialis mereka.

Sedikitnya 4 juta orang akan didatangkan dari luar Papua untuk bekerja sebagai buruh-tani dalam proyek MIFEE. Ini artinya akan ada pertambahan penduduk sekitar 4 juta buruh-tani + 4 juta (suami/istri buruh-tani) + 8 juta (2 orang anak mereka sesuai standar KB) + 8 juta (2 orang kerabat buruh-tani) = 24 juta orang. Dengan jumlah populasi penduduk pribumi Merauke yang hanya sekitar 52.413 orang atau sekitar 30% dari 174.710 total penduduk Kabupaten Merauke (Papua dan Non Papua) maka dapat dipastikan bahwa genosida atau pemusnahan komunitas pribumi akan terjadi secara spontan.

Dampak negativ dari proyek MIFEE saat ini mulai dirasakan masyarakat setempat. Di Kampung Boepe, Distrik Kaptel kabupaten Merauke, masyarakat pribumi sudah mulai kesulitan mendapatkan kayu bakar, binatang buruan, air bersih dan makanan pokok mereka yaitu Sagu. Hal ini karena PT Medco Papua Industri Lestari, salah satu Anak Perusahaan Medco Group ini sudah membabat habis hutan dan sumber-sumber makanan bagi  masyarakat setempat. Selain itu limbah hasil Pengolahan Kayu Serpih dibuang di sungai sehingga mencemari sumber air satu-satunya di Kampung Boepe.

Salah satu kejahatan Tuan Tanah Tipe 2 dan Tuang Tanah Tipe 3 dalam kasus MIFEE yang sulit diterima akal sehat adalah penipuan terang-terangan terhadap Tuan Tanah Tipe 1.  Mereka membayar ganti rugi hanya Rp. 8,- /M2 , sebuah nilai yang lebih murah dari harga 1 buah pisang goreng.  Dari data-data yang dikumpulkan oleh beberapa aktivis LSM di Merauke, diketahui bahwa dana ganti rugi memang berjumlah Milyaran Rupiah, tetapi setelah dibagi kepada semua anggota Komunitas Tuan Tanah Tipe 1, setiap orang hanya mendapat Rp. 200.000 sampai Rp. 300.000. Angka ini jelas tidak sebanding dengan keuntungan yang akan diperoleh oleh Imperialis, Borjuasi Besar Komprador (Konglomerat) dan Kapitalis Birokrat (Pejabat Pemerintah) dari proyek MIFEE. Penghancuran hutan dan sumber-sumber makan milik  masyarakat pribumi (Tuan Tanah Tipe 1) tidak lain adalah cara kaum Imperialis, Borjuasi Besar Komprador (Konglomerat) dan Kapitalis Birokrat (Pejabat Pemerintah) untuk menjebak mereka supaya menggantungkan hidupnya dengan menjadi buruh-tani dengan upah murah dalam proyek MIFEE.

Berdasarkan uraian fakta-fakta diatas, kami yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Papua Tolak MIFEE (SORPATOM) menyatakan :

“Menolak kehadiran MIFEE di Wilayah Merauke, Mappi dan Boven Digoel karena MIFEE merupakan cara jitu yang dipakai oleh Tuan Tanah Tipe 3 dan Tuan Tanah Tipe 2  untuk merampok tanah dan hutan kami untuk kepentingan Imperialis”

Jayapura, 25 Juni 2010


Solidaritas Rakyat Papua Tolak MIFEE
(SORPATOM)




Diana Gebze                 Yairus Ambon
 Ketua                             Sekretaris

Rabu, 16 Juni 2010

Sidang Pleno MRP dan DAP Berlangsung Selama Tiga Hari Di Kantor MRP Kota Raja Luar

 Hari: Selasa,16/06/2010
Pukul,10:00 Waktu Papua Barat
Tempat: Kantor MRP-Kota Raja Luar

   Sidang Pleno tentang Evaluasi Otonomi Khusus (OTSUS) selama Delapan Tahun dan Evaluasi Kinerja Majelis Rakyat Papua (MRP) berlangsung selama dua (2) hari pada tanggal 09-10 Juni 2010,di Kota Raja Luar,tepatnya di kantor Majelis Rakyat Papua (MRP). Dalam kegiatan yang berlangsung sangat tertib dan sistematis.Pada Sidang Pleno ke-I menghadirkan berbagai materi dari berbagai pihak yang berkompeten dengan materi dari berbagai perspektif hukum,akademisi,politisi,agamawan dan Adat. Pada sidang pleno istimewa tersebut di hadiri oleh Tujuh Wilayah Dewan Adat di setiap Kabupaten yang datang memenuhi undangan.Namun sayangnya dari Eksekutif dan Legislatif Propinsi Papua tidak dapat menghadiri sidang pleno ke-I yang di selenggarakan lebih awal pada kegiatan hari pertama.Mereka yang tidak hadir dalam acara tersebut adalah Ketua DPRP Jhon Ibo dan Gubernur Propinsi Papua,tetapi di wakili oleh Asisten I Sekda Propinsi Papua,maka ini merupakan awal dari aksi protes dilakukan oleh peserta undangan maupun peserta yang hadir di luar pada saat itu.Maksud dari pada rakkyat bangsa papua adalah Gubernur dan Wakil Gubernur serta Ketua DPRP harus hadir dalam sidang pleno Ke-I dan II untuk dapat mempertanggungjawabkan kinerja MRP selama Lima Tahun  dan Evaluasi Otsus selama Delapan Tahun.Alasannya adalah mereka merupakan Inisiator utama Otsus di tanah papua pada Konggres Papua dua tahun 2000 di gedung Olah Raga Cenderawasih Jayapura,dimana Barnabas Suebu pernah sosialisasi tentang manfaat Otonomi Khusus bagi Orang Papua, secara terbuka dan gamblang di hadapan Rakyat Bangsa Papua Barat. Walaupun situasi sempat tegang antara Rakyat Bangsa Papua dan Panitia Sidang Pleno ke-I Majelis Rakyat Papua,namun situasi aman kembali. Masing-masing Dewan Adat Wilayah menyampaikan kajiannya tentang Implementasi Otsus di tanah Papua dari berbagai aspek yaitu Aspek Sosial Politik,Aspek Hukum dan HAM, Aspek Agama, Aspek Budaya, Aspek Pendidikan Ekonomi,Pendidikan dan Kesehatan. Dari hasil kajian yang ada di setiap wilayah adat menunjukan bahwa Implementasi "Otsus di Papua Gagal Total" di berbagi aspek,maka sikap sikap setiap Dewan Adat Wilayah menolak dengan tegas adanya Otsus di tanah Papua,karena dengan kehadiran Otsus di tanah Papua malah merugikan Manusia Papua dari berbagai aspek.

  Selanjutnya Sidang Pleno Kedua dapat dilanjutkan dengan sidang komisi-komisi yang membahas tentang masalah-masalah sebagaimana telah diulas pada sidang pleno ke-I dari setiap aspek. Komisi-komisi yang di bentuk adalah komisi A,B,C,D,E dan F, dari hasil pembahasan sidang komisi-komisi melahirkan berbagai hasil kajian sementara kemudian di rekomendasikan oleh komisi F dan hasil kajian yang ada di bacakan oleh setiap Ketua-Ketua Komisi. Meskipun sidang pleno terus berlangsung,namun menuai berbagai aksi protes dari berbagai Elemen masyarakat yang menanti hasil sidang pleno di luar ruangan kantor MRP,agar hasil sidang pleno ke-I dan II tidak dapat di politisir oleh kelompok kepentingan manapun,bahkan Komite Nasional Papua Barat melakukan Aksi Demo damai di depan kantor MRP dengan tujuan agar hasil tersebut tidak di politisir dan menuntut Referendum bagi Rakyat Bangsa Papua Barat.

  Hasil Rekomendasi tersebut di serahkan kepada Tim Perumus yang diambil oleh berbagi daerah,tetapi yang tidak di masukan adalah dari Boven Digoel. Walaupun demikian pembagian tugas kerja yang kurang adil itu tetap berjalan seperti biasa,tanpa ada ketimpangan. Pengumuman hasil Sidang Pleno ke-I dan II dilaksanakan pada hari: Selasa,16/06/2010 pada pukul 10:00 Waktu Papua Barat,bertempat di Kantor MRP Kota Raja Luar, di hadiri oleh undangan dari berbagai wilayah di tanah Papua Barat. Dalam Sidang Pleno terbuka itu,pesrta yang hadir di luar gedung sidang MRP sedikitnya 2000-an lebih. Pembacaan hasil sidang pleno ke-I dan II pada sidang pleno terbuka oleh Anggota Sekertaris MRP dan di sahkan oleh Ketua MRP Agus Alue Alua. Rencana untuk menghantarkan hasil Sidang Pleno Terbuka pada hari ini tanggal 16 Juni Tahun 2010, bersama-sama seluruh Rakyat Bangsa Papua Barat. Sementara Massa Rakyat Papua yang hadir bahkan sedang bersiap-siap,tetapi melalui hasil kesepakatan bersama dari setiap ketua-ketua Elemen pergerakan bahwa hasil sidang pleno tersebut akan diantarkan pada hari jumad,tanggal 19 Juni Tahun 2010. Maka peserta undangan maupun seluruh Rakyat Bangsa Papua yang hadir di arahkan untuk pulang dengan tertib ke rumah masing-masing.

Kamis, 27 Mei 2010

Polisi Kembali Melakukan Pelanggaran Ham Di Wilayah Waena

Hari:Kamis,27/05/2010
Pukul,11:00 waktu Papua Barat
Tempat: Di Depan Halaman Kampus STSP


Kota Madya Jayapura-Kehadiran polisi di Distrik Waena Kelurahan Waena,tepatnya di pintu masuk jalan belut,disitu terletak pos polisi di tengah-tengah masyarakat.Kehadiran polisi di Wilayah Distrik Waena Kelurahan Waena,membuat masyarakat secara sikologis tertekan,merasa panik dan takut.Kelahiran aparat kepolisian dari polres jayapura tidak hanya mengganggu masyarakat,tetapi juga telah menangkap,menganiaya masyarakat,serta melakukan penembakan terhadap salah seorang pemuda.

Pada hari kamis,27 Mei-2010,tepat pukul 11:00 siang,waktu papua barat,Polisi kembali melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia terhadap salah seorang pemuda warga Waena,Yakni menembak salah seorang Pemuda papua yakni TERY.HESEGEM,tepatnya didepan Kampus STSP SENI WAENA PAPUA.Motif kejadiaannya adalah ketika itu,TERY.HESEGEM bersama teman-teman lainnya sedang duduk sambil meneguk Minuman Keras (MIRAS) di depan Halaman Kampus STSP,namun kehadiran mereka sangat mengganggu menurut para dosen dan mahasiswa/i yang sedang melakukan aktivitas belajar mengajar,maka untuk menghindari hal itu,sebagian mahasiswa keluar memberikan teguran kepada mereka untuk menghindar dari halaman kampus,tetapi dari antara mereka berdiri dan menarik rambut salah seorang mahasiswa,akibat dari tindakan tersebut,maka mahasiswa yang lainnya memukul teman Tery.Hesegem untuk menghindar dari ancaman tersebut,namun dari antara mahasiswa yang ada sedang menghubungi pihak berwajib(POLISI)tak lama kemudian polisi dari Pos Jalan Belut datang tanpa bertanya banyak,menghayunkan tangan ke muka si korban Tery.Hesegem,korban dalam keadaan beralkohol jelas tidak terima atas tindakan polisi yang kurang ajar itu,maka korban juga melakukan pukulan pembalasan ke wajah polisi,pertengkaran tidak begitu lama,tiba-tiba saja salah seorang anggota polisi bertubuh kecil-kecil membuka kunci trekel senjata dan melepaskan tembakan kearah korban,TERY.HESEGEM dan mengenai tubuh korban di bagian rusuk kanan korban sebanyak dua kali,korban akhirnya lari menyelamatkan diri,tetapi sayang korban tidak bisa bertahan akhirnya jatuh pingsan di hadapan masyarakat banyak. Korban sementara sedang dirawat di Rumah Sakit Bayangkara,kondisi keselamatan korban sampai saat ini dalam keadaan kritis.Akibat dari tindakan itu,ternyata Polisi telah mencetak satu pelanggaran baru terhadap warga masyarakat papua,maka boleh dikatakan bahwa polisi tidak PROFESIONAL dalam menyelesaikan suatu masalah.Oleh sebab itu tindakan polisi penjajah ini tidak lain adalah mesin pembunuh manusia papua,kesimpulannya yang kita simpulkan adalah "POLISI TELAH KEMBALI MELAKUKAN PELANGGARAN HAM BERAT," terhadap masyarakat Papua.

Sabtu, 15 Mei 2010

Acara pemilihan Badan Pengurus Baru Anjungan Merauke

Acara pemilihan Badan Pengurus Baru Anjungan Merauke 

Hari: Sabtu,15/05/2010
Pukul,07:00 malam Waktu Papua Barat
Tempat: Anjungan Merauke

Dalam pertemuan pada hari ini sabtu,15-Mei-2010 adalah membentuk Badan Pengurus Formatur terpilih penghuni Anjungan Merauke. Agenda pertemuan ini dimulai pada pukul,07:15 malam Waktu Papua Barat,pertemuan ini untuk mempersiapkan pemilihan dan pelantikan badan pengurus Anjungan Merauke.

Acara ini di pimpin oleh tiga orang penghuni anjungan Merauke adalah:
1. Bapak Guru Petrus.Hero
2. Max.Muyak
3. Pius.Koweng
Dari ketiga penanggung jawab tersebut, masing-masing memiliki tugas dan fungsi yang berbeda antara mereka bertiga adalah sebagai berikut:
Ketua: Pius.Koweng
Wakil:Max.Muyak
Sekertaris: Petrus Hero

Acara pembukaan di bawahkan oleh:
Bapak Guru Petrus.Hero
Doa di bawahkan oleh: 
Saudara Tot Mayers.Fonata
Dan pertemuan ini dilamjutkan dengan pembagian materi kriteria bakal calon ketua antara lain:
1. Berwibawah
2. Mempunyai jiwa kepemimpinan
3. Siap menerima kritik dan saran dari penghuni anjungan merauke maupun simpatisannya.
4. Bakal calon harus netral dalam menghadapi masalah internal penghuni anjungan merauke.
5. Aktif Kuliah
6. Bersikap dewasa dalam hal berpikir,bertindak dan berbicara
7. Sopan dan suka bergaul.
8. Bertabggung jawab menghimpun seluruh penghuni anjungan Merauke dan mampu menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut keamanan dan ketertiban di dalam Anjungan Merauke.
9. Bakal calon harus netral dalam menghadapi masalah menyangkut mabuk-mabukan atau minuman keras (Miras), pengrusakan fasilitas Anjungan Merauke yang telah tersedia.

Setelah membagikan dan membacakan Kriteria Bakal Calon,acara selanjutnya dapat di lanjutkan dengan:

Tata Cara Pemilihan
1. Peserta di berikan kesempatan untuk membentuk kelompok dengan nomor urut 1,2 dan 3 sesuai kesepakatan anggota forum anjungan Merauke.
2. Dalam Pemilihan tersebut dapat di lihat dan di sesuaikan jumlah peserta pada daftar absensi yang ada.
3. Melalui pertimbangan Quota forum yang ada, peserta di beritahukan dan diarahkan membentuk tiga kelompok, masing-masing komisi A,B dan C
4. Dari hasil pemilihan masing-masing komisi yang ada adalah:
1. Komisi A mengajukan bakal calon terkuatnnya adalah:
- Benidiktus Marlan
2. Komisi B mengajukan calon berdasarkan kesepakatan bersama yaitu:
- Petrus.Hero
3. Komisi C mengajukan calon terkuatnya berdasarkan berbagai pertimbangan dari berbagai aspek adalah:
- Saudara Yosep Diminggus.Tombi

Dari ketiga calon yang telah di pilih dan diajukan kepada Badan Pengurus Formatur,di persilahkan berdiri di depan forum dan diminta kesediaan,kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kriteria bakal calon. Dalam pemilihan Ketua,Wakil Ketua dan Sekertaris berjalan secara demokratis,aman dan tertib sesuai jumlah peserta penghuni Anjungan Merauke yang hadir pada hari ini.

Pada saat pembacaan nama-nama surat suara yang telah melakukan pemilihan langsung,di saksikan oleh dua orang anggota peserta pemilihan yang di tunjuk langsung oleh forum. Dari hasil rekapitulasi jumlah suara yang ada,suara terbanyak di raih oleh:
1. Yosep Dominggus Tombi dengan jumlah suara= 18 suara
2. Beni Marthen dengan jumlah suara= 15 suara
3. Pak Petrus.Hero dengan jumlah suara= 1 suara

Dengan rekapitulasi perhitngan suara yang ada, suara terbanyak dapat menjabat sebagai ketua penghuni anjungan Merauke,sementara yang kedua menempati posisi sebagai ketua dan yang ketiga sebagai sekertaris. Untuk pelantikan penyerahan SK kepada pengurus yang lama kepada pengurus yang baru akan di diskusikan oleh Badan Formatur pada waktu-waktu yang akan datang,berdasarkan kesepakatan forum.

Rabu, 12 Mei 2010

Hasil Pengamatan Di Kabupaten Keerom Kampung Swakarsa

Hasil Pengamatan Di Kabupaten Keerom Kampung Swakarsa

Hari: Jumad,29-April-2010
Tempat: Kabupaten Keerom Kampung Swakarsa

Air merupakan sumber kehidupan bagi semua makluk di permukaan bumi dalam melangsungkan hidup secara regenerasi. Tanpa air semua makluk hidup akan mati karena kekurangan oksigen HO2 dalam tubuh manusia,hewan & tumbuh-tumbuhan. Air suda tentu bukan lagi kebutuhan sekunder,tersier,tetapi air meupakan kebutuhan primer yang di butuhkan setiap manusia dalam menjalani hidup & melakukan aktivitas sehari-hari. Namun sadar maupun tidak sadar sedang melakukan suatu tindakan "pencemaran lingkungan" dengan berbagai aktivitas pembangunan di berbagai sektor yang mengarah pada kerusakan lingkungan.

Sebuah pembangunan yang sedang berlangsung di Kabupaten Keerom pada umumnya dan pada khususnya di kampung Swakarsa Kabupaten Keerom, telah terjadi kerusakan lingkungan alam sekitarnya secara khusus dan pada umumnya di Kabupaten Keerom yang dilakukan oleh tindakan manusia non-Papua. Salah satu fakta yang di temukan dalam ekosistem air adalah hampir semua warga masyarakat di Kampung Swakarsa Kabupaten Keerom rata-rata membuang limbah Organik & Non-Organik ke sungai seperti limbah kaleng-kalengan,plastik-plastik,botol-botol dan kotoran manusia,kotoran binatang,kayu-kayu & daun-daun. 

Rata-rata di Kabupaten Keerom, pemerintah kurang memperhatikan lingkungan hidup,pemerintah Kabupaten Keerom banyak mengurus kepentingan bisnis kelompok mereka ketimbang memperhatikan dan mempertahankan lingkungan hidup yang ada.Pada kesempatan lain,pemerintah Kabupaten Keerom lebih banyak mengurus politik, kepentingan membagi-bagikan uang antara sesama kelompok mereka di tingkat atas,tanpa melihat kondisi daerah yang suda rusak oleh ulah manusia Non-Papua dengan berbagai bentuk kerusakan lingkungan,termasuk salah satunya adalah Ilegal loging.Setiap malam sekitar pukul 02:45 mala Waktu Papua Barat,banyak truk-truk yang lewat dengan penuh muatan kayu balok & papan, di tutupi dengan terpal diatasnya.

Selasa, 30 Maret 2010

Natal Mengundang Konflik

Minggu, 10 Januari 2010

Natal Mengundang Konflik

Natal Mengundang Konflik

Jayapura-Natal masyarakat,Pemuda,Mahasiswa-Mahasiswi berakhir dengan komflik mulut.Di tempat pesta natal yang berlangsung dengan meriah,pesta kegiatan natal tersebut berlangsung pada tanggal 9 Januari 2010,pukul,07:45 sampai selesai.Namun kegiatan yang sangat meriah ini menuai aksi protes dari sebagian masyarakat Boven Digoel,sekitar 40% masyarakat Boven Digoel keberatan dengan adanya kegiatan natal yang di selenggarakan sedangkan sebagian masyarakat Boven Digoel sekitar 60 % menerima pesta natal dengan penuh hikmat.Tetapi masyarakat ada sekitar 40 % masyarakat ini memilih untuk tidak menyelenggarakan natal lagi,bahkan masyarakat mengeluh dengan porsi makan yang dtempatkan dalam kotak,dan juga lauk-pauknya kurang tepat untuk di konsumsi oleh para undangan,tidak hanya itu,masyarakat bertanya-tanya dengan sumbangan yang mereka berikan dari hasil jeri paya mereka,tapi menu makannya kurang memuaskan.Selain itu ada juga kelompok pemuda,mahasiswa-mahasiswi,baik mahasiswa reguler maupun inreguler(Tugas Belajar)menyampaikan hal yang sama pulah bahwa perkembangan pembanguan di Papua ini begitu cepat,maka kita harus berpikir tentang nasib dan kemajuan kita serta generasi kedepannya,melainkan bukan natal ini di jadikan sebagai ajang kepentingan atau sekedar seremonial belaka,tetapi dengan momen natal tersebut dapat kita menciptakan dasar-dasar pemikiran baru yang dapat membawah perubahan-perubahan bagi polah pikir masyarakat boven digoel,perubahan yang bisa dapat di lihat,dapat di rabah dan di konsumsi bersama demi masa depan manusia boven digoel.

Natal Mengundang Konflik

Minggu, 10 Januari 2010

Natal Mengundang Konflik

Natal Mengundang Konflik

Jayapura-Natal masyarakat,Pemuda,Mahasiswa-Mahasiswi berakhir dengan komflik mulut.Di tempat pesta natal yang berlangsung dengan meriah,pesta kegiatan natal tersebut berlangsung pada tanggal 9 Januari 2010,pukul,07:45 sampai selesai.Namun kegiatan yang sangat meriah ini menuai aksi protes dari sebagian masyarakat Boven Digoel,sekitar 40% masyarakat Boven Digoel keberatan dengan adanya kegiatan natal yang di selenggarakan sedangkan sebagian masyarakat Boven Digoel sekitar 60 % menerima pesta natal dengan penuh hikmat.Tetapi masyarakat ada sekitar 40 % masyarakat ini memilih untuk tidak menyelenggarakan natal lagi,bahkan masyarakat mengeluh dengan porsi makan yang dtempatkan dalam kotak,dan juga lauk-pauknya kurang tepat untuk di konsumsi oleh para undangan,tidak hanya itu,masyarakat bertanya-tanya dengan sumbangan yang mereka berikan dari hasil jeri paya mereka,tapi menu makannya kurang memuaskan.Selain itu ada juga kelompok pemuda,mahasiswa-mahasiswi,baik mahasiswa reguler maupun inreguler(Tugas Belajar)menyampaikan hal yang sama pulah bahwa perkembangan pembanguan di Papua ini begitu cepat,maka kita harus berpikir tentang nasib dan kemajuan kita serta generasi kedepannya,melainkan bukan natal ini di jadikan sebagai ajang kepentingan atau sekedar seremonial belaka,tetapi dengan momen natal tersebut dapat kita menciptakan dasar-dasar pemikiran baru yang dapat membawah perubahan-perubahan bagi polah pikir masyarakat boven digoel,perubahan yang bisa dapat di lihat,dapat di rabah dan di konsumsi bersama demi masa depan manusia boven digoel.

Komentar Tentang Kita

Selasa, 15 Desember 2009

KOMENTAR TENTANG KITA


Port-Numbay,Manusia Papua dari berbagai macam golongan ras,suku bangsa memiliki satu karakter yang baru dan sulit di roba karena doktrin-doktrin sionisme Yahudi. Hal ini dilakukan oleh budak-budak pengetahuan sionisme Yahudi ke seluruh pelosok Tanah Papua ketika orang Papua masih tergolong kedalam kelompok primata (Purba kala/Kera setengah manusia) itu. Dari keterangan singkat diatas menunjukan bahwa manusia Papua dari berbagai golongan ras dan suku bangsa ini awal mulanya mengenal budaya tulis-menulis oleh para budak pengetahuan sionisme Yahudi dengan alasan global, yaitu misi Yesus Kristus adalah "penyelamat Umat manusia di Dunia," terutama di Papua, alasan utama inilah yang mereka sampaikan kepada kelompok besar ras primata papua ini, sehingga manusia Papua percaya bahwa mereka suku bangsa barat ini adalah manusia yang baik hati,manusia barat ini dia beri kita keselamatan,pengetahuan,jadi jangan marah dia,jangan pukul mundur dia, karena tujuan utama mereka adalah menyalamatkan kami dari bahaya kepunahan, maka mereka mempunyai kemauan keras datang ke papua. Tetapi setelah beberapa abad kemudian, manusia Papua dari berbagai macam ras ini belum memiliki kesadaran penuh, melainkan berkat Ilmu pengetahuan Sionisme Yahudi ini berhasil mengubah karakter asli menjadi karakter yang pandai memaafkan umat manusia yang membahayakan ini. Padahal maksud dan tujuan mereka (Visi-Misi) adalah:Tujuan Pertama adalah mencari Harta Karun Manusia Papua baik di pesisir pantai utara,pantai selatan,maupun Papua pegunungan tengah & Papua Pegunungan Selatan. Tujuan Kedua adalah melakukan Survei secara skala besar maupun kecil,terutama survei tentang Sumber Daya Alam Nabati,Sumber Daya Alam Hewani (Flora and Fauna),maupun Sumber Daya Alam dalam dasar tanah, sebagai bahan penelitian untuk dikemudian hari akan dikelolah secara besar-besaran seperti sekarang yang dapat kita rasakan penderitaannya secara bersama-sama dan menikmati hasil Limbah adalah PT.Freeport,Perusahaan Kayu oleh PT.Korindo di daerah/wilayah Masyarakat Adat Boven Digoel. Namun berkat keturunan Primata dengan Folume Otak di bawah 90 CC ini mereka tidak bisa secara cepat, apa yang sedang manusia barat lakukan di atas tanah adatnya ini. Mereka hanya dapat mengakui ajaran bangsa barat, tapi tidak dapat mengakui pesan-pesan moyang,pesan-pesan teteh & neneh serta orang tua mereka. Karena menurut anggapan mereka itu kuno, tapi kalau bangsa barat boleh mereka itu penyelamat,maka kita harus agung-agung kan mereka sepanjang abad. Kutep woooo,,,,,,,,,-by ANIS.OROBKAMAN

Minggu, 10 Januari 2010

Natal Mengundang Konflik

Natal Mengundang Konflik

Jayapura-Natal masyarakat,Pemuda,Mahasiswa-Mahasiswi berakhir dengan komflik mulut.Di tempat pesta natal yang berlangsung dengan meriah,pesta kegiatan natal tersebut berlangsung pada tanggal 9 Januari 2010,pukul,07:45 sampai selesai.Namun kegiatan yang sangat meriah ini menuai aksi protes dari sebagian masyarakat Boven Digoel,sekitar 40% masyarakat Boven Digoel keberatan dengan adanya kegiatan natal yang di selenggarakan sedangkan sebagian masyarakat Boven Digoel sekitar 60 % menerima pesta natal dengan penuh hikmat.Tetapi masyarakat ada sekitar 40 % masyarakat ini memilih untuk tidak menyelenggarakan natal lagi,bahkan masyarakat mengeluh dengan porsi makan yang dtempatkan dalam kotak,dan juga lauk-pauknya kurang tepat untuk di konsumsi oleh para undangan,tidak hanya itu,masyarakat bertanya-tanya dengan sumbangan yang mereka berikan dari hasil jeri paya mereka,tapi menu makannya kurang memuaskan.Selain itu ada juga kelompok pemuda,mahasiswa-mahasiswi,baik mahasiswa reguler maupun inreguler(Tugas Belajar)menyampaikan hal yang sama pulah bahwa perkembangan pembanguan di Papua ini begitu cepat,maka kita harus berpikir tentang nasib dan kemajuan kita serta generasi kedepannya,melainkan bukan natal ini di jadikan sebagai ajang kepentingan atau sekedar seremonial belaka,tetapi dengan momen natal tersebut dapat kita menciptakan dasar-dasar pemikiran baru yang dapat membawah perubahan-perubahan bagi polah pikir masyarakat boven digoel,perubahan yang bisa dapat di lihat,dapat di rabah dan di konsumsi bersama demi masa depan manusia boven digoel.

Selasa, 15 Desember 2009

KOMENTAR TENTANG KITA


Port-Numbay,Manusia Papua dari berbagai macam golongan ras,suku bangsa memiliki satu karakter yang baru dan sulit di roba karena doktrin-doktrin sionisme Yahudi. Hal ini dilakukan oleh budak-budak pengetahuan sionisme Yahudi ke seluruh pelosok Tanah Papua ketika orang Papua masih tergolong kedalam kelompok primata (Purba kala/Kera setengah manusia) itu. Dari keterangan singkat diatas menunjukan bahwa manusia Papua dari berbagai golongan ras dan suku bangsa ini awal mulanya mengenal budaya tulis-menulis oleh para budak pengetahuan sionisme Yahudi dengan alasan global, yaitu misi Yesus Kristus adalah "penyelamat Umat manusia di Dunia," terutama di Papua, alasan utama inilah yang mereka sampaikan kepada kelompok besar ras primata papua ini, sehingga manusia Papua percaya bahwa mereka suku bangsa barat ini adalah manusia yang baik hati,manusia barat ini dia beri kita keselamatan,pengetahuan,jadi jangan marah dia,jangan pukul mundur dia, karena tujuan utama mereka adalah menyalamatkan kami dari bahaya kepunahan, maka mereka mempunyai kemauan keras datang ke papua. Tetapi setelah beberapa abad kemudian, manusia Papua dari berbagai macam ras ini belum memiliki kesadaran penuh, melainkan berkat Ilmu pengetahuan Sionisme Yahudi ini berhasil mengubah karakter asli menjadi karakter yang pandai memaafkan umat manusia yang membahayakan ini. Padahal maksud dan tujuan mereka (Visi-Misi) adalah:Tujuan Pertama adalah mencari Harta Karun Manusia Papua baik di pesisir pantai utara,pantai selatan,maupun Papua pegunungan tengah & Papua Pegunungan Selatan. Tujuan Kedua adalah melakukan Survei secara skala besar maupun kecil,terutama survei tentang Sumber Daya Alam Nabati,Sumber Daya Alam Hewani (Flora and Fauna),maupun Sumber Daya Alam dalam dasar tanah, sebagai bahan penelitian untuk dikemudian hari akan dikelolah secara besar-besaran seperti sekarang yang dapat kita rasakan penderitaannya secara bersama-sama dan menikmati hasil Limbah adalah PT.Freeport,Perusahaan Kayu oleh PT.Korindo di daerah/wilayah Masyarakat Adat Boven Digoel. Namun berkat keturunan Primata dengan Folume Otak di bawah 90 CC ini mereka tidak bisa secara cepat, apa yang sedang manusia barat lakukan di atas tanah adatnya ini. Mereka hanya dapat mengakui ajaran bangsa barat, tapi tidak dapat mengakui pesan-pesan moyang,pesan-pesan teteh & neneh serta orang tua mereka. Karena menurut anggapan mereka itu kuno, tapi kalau bangsa barat boleh mereka itu penyelamat,maka kita harus agung-agung kan mereka sepanjang abad. Kutep woooo,,,,,,,,,-by ANIS.OROBKAMAN

Selasa, 24 November 2009

Sanggar Sarang Kelompok Cari Makan

Sanggar Semakin Kehilangan Pemilik

Melalui pantauan kami bahwa Sanggar Seni dan Budaya Kabupaten Boven Digoel yang direncanakan akan berkedudukan di wilayah Kota Jayapura, semakin banyak diminati oleh banyak kelompok kepentingan. Saudara Yohanis Yang Yong selaku sekertaris merasa bosan dengan tuntutan-tuntutan dari pada kelompok kepentingan yang tidak bertanggung jawab apabilah Sanggar itu benar-benar ada. " saya merasa bosan dengan tuntutan dari kelompok makan minum yang arah pandang tentang berdirinya sanggar ini, denga cara pandang yang tidak jelas." Mereka saling berlomba-lomba mengejar keuntungan dengan cara mengelolah issu dalam bentuk tertulis, mengklaim issu sambil kampanye untuk memperoleh makan dan minum yang layaknya. Nampaknya Ketua Formatur, Saudara Elias.Katep dilematis dengan dogmatisme dari kelompok makan-minum ini. Beliu tidak pernah sadar jika ia sedang digiring untuk mendukung kepentingan mereka, dengan tanpa sadar Saudara Elias.Katep melakukan kerja-kerja diluar prosedur organisasi, kekeliruannya selalu di pertahankannya dengan cara mengklaim bahwa ia bisa dengan segalah tindakannya yang tidak becus, dengan ketidak becusannya ia tetap mempertahankan kepentingan Kelompok, "Onani Otak ini" mereka juga ingin mengadu dombakan kami,namun tidak berhasil selama ini.

Jumat, 06 November 2009

DINAMIKA PEMBANGUNAN KABUPATEN BOVEN DIGOEL

Dinamika Pembangunan Di Kabupaten Boven Digoel Mengundang Kontroversi Dikalangan Para Elit MuMan Se-Jayapura

Pada awal bulan Oktober, setelah mengikuti perkembangan polah pikir Manusia Boven Digoel yang ada di Propinsi Papua, Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom, ternyata tidak terlepas dari pantauan mereka mengenai daerah asal mereka yang ada di daerah paling timur, berbatasan dengan Negara tetangga Papua New Guenea, yaitu Kabupaten Boven Digoel yang baru saja dimekarkan beberapa tahun yang lalu. Pandangan berpikir manusia yang hidup di Propinsi Papua, Kota Madya Jayapura, Kota Jayapura, adalah mereka yang rata-rata berpendidikan tinggi. Mereka selalu mengikuti dinamika pembangunan di Wilayah Kabupaten Boven Digoel, daerah asal mereka. Menurut pandangan mereka dalam kepemimpinan Bupati Yusak.Yaluwo banyak menimbulkan masalah, terutama masalah-masalah pembangunan, seperti bidang pendidikan,kesehatan,sosial budaya,politik, ekonomi mengalami kemerosotan.Melalui pantauan yang mereka, hal ini sangat perlu ada suatu koreksi dari berbagai pihak terutama dari kalangan Intelektual muman. Rupanya mereka memiliki keprihatinan yang sangat dalam bagi daerah tempat asal mereka yang telah dimekarkan beberapa tahun yang lalu, maka dari keprihatinan itu muncul gerakan-gerakan bawah tanah yang mereka lakukan, baik mahasiswa/i, masyarakat,kaum intelektual, untuk melakukan pengontrolan terhadap kebijakan pembangunan di daerah asal mereka tersebut. Namun dari pandangan yang menjadi sebuah keprihatinan tersebut terselip kepentingan-kepentingan mereka antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, hal inilah yang menimbulkan kontroversi diantara kedua kelompok tersebut. Kendatipun berbeda pandangan antara kedua kelompok tersebut, tetapi mereka dapat menggelar pertemuan bersama untuk pertama kali dianjungan merauke, kemudian pertemuan kedua diselenggarakan di Asrama Putri Boven Digoel-Waena. Dari hasil pertemuan tersebut mulai muncul konflik saraf antara kedua kelompok kepentingan tadi, disaat itu pulah dalam pertemuan itu mereka saling melemparkan tanggung jawab antara pihak mahasiswa dan kaum intelektual, tidak hanya itu saja,hal ini berlangsung terus hingga pada saat dialog dengan Rektor Universitas Cenderawasih inipun dari kelompok yang menamakan diri Ektrim papua ini tidak hadir dalam dialog tersebut, mereka adalah kelompok intelektual yang saling klaim kepentingan, mereka ini adalah alumni  / sering disebut dengan istilah sekarang "senioritas." Dari situlah mereka mulai dengan sikap tarik diri, tidak mau hadir,serta menyebarkan issu yang saling menjatuhkan antara kelompok kepentingan yang satu dengan kelompok kepentingan yang lainnya, mereka saling curiga bahwa kelompok yang satu lebih benar dan kelompok yang satu tidak benar,namun jika dicermati secara baik, mereka sama-sama memiliki kepentingan yang sama untuk melakukan pemerasan terhadap Bupati Kabupaten Boven Digoel. Mereka menggunakan berbagai issu untuk menarik simpati terutama masyarakat dan ke-empat basis mahasiswa-mahasiswi asal kabupaten boven digoel hanya demi mendukung kepentingan mereka. Dengan cara baku gigit, hanya demi kepentingan ini, dinamika pembangunan di berbagai bidang terus berjalan tanpa pamri terhadap kedua kelompok tersebut. Dinamika pembangunan baik positif maupun negatif yang sedang laju di daerah Kabupaten Boven Digoel ini terus laju dengan perkembangan manusia dari luar papua terutama Kabupaten Boven Digoel, dengan leluasanya mereka masuk tanpa pamri terhadap pemilik ulayat tanah adat yang menjadi hak sulung di daerah itu. Kedua kelompok ini adalah kelompok moderat dan kelompok extrim kiri yang saling mempertahankan posisi mereka sebagai penyelamat manusia boven digoel. Sayangnya masyarakat dan adik-adik mahasiswa tidak tahu dengan konspirasi kepentingan mereka, masyarakat dan mahasiswa ini sering digunakan sebagai salah satu kekuatan untuk mengancam pemerintah dan memenuhi kepentingan mereka. Masyarakat dan mahasiswa-mahasiswi ini selalu ditarik seperti sapi perahan kesana, kemari tanpa ada perubahan diantara paradigma oportunis ini. Kontroversi ini tidak pernah ada habis-habisnya mereka saling mempertahankan kedudukan dan posisi sebagai penyelamat manusia boven digoel dengan metode yang abtrak. Melalui coretan pejalan kaki ini, dapat kami simpulkan bahwa kedua-duanya tidak benar, mereka sama-sama punya kepentingan yang sama, hanya saja metode dan cara menarik simpati massa ini berbeda-beda diantara kedua kelompok yang saling mengklaim diri sebagai penyelamat manusia boven digoel diantara carut-marutnya dinamika pembangunan boven digoel, maka kesimpulan dari kami pejalan kaki ingin menyampaikan kepada publik bahwa selama ini mereka yang selalu menamakan diri sebagai kelompok ekstrim papua dan kelompok moderat papua ini, memiliki kepentingan yang sama yakni kepentingan makan dan minum, belum lagi uang dari hasil baku isap ini dipakai untuk sex dihotel,di bar,sex terhadap anak orang yang baru-baru besar, cara-cara mereka tidak muda di baca, cara mereka ini sistematis dan terorganisir, jadi masyarakat, mahasiswa dan pemuda jangan percaya kedua kelompok ini. Sementara itu, dinamika pembangunan di daerah boven digoel yang mengancam hak hidup masyarakat asli boven digoel ini lancar-lancar saja tanpa ada protes,kritik,perlawanan dari kedua kelompok rakus ini, maka mulai sekarang sampai dengan di masa-masa yang akan datang diusahakan agar kita tidak lagi menjadi korban konspirasi kepentingan kedua kelompok ini.

Senin, 02 November 2009

YUSAK UTUS INTELIJEN DATANGI RUMAH KETUA MAHASISWA/I HMPB

Kecaman Yusak Terhadap Pemuda dan Mahasiswa di Jayapura

Pada hari senin siang Bupati Kabupaten Boven Digoel Yusak.Yaluwo SH, Msi, memberikan ultimatum kepada ketua mahasiswa dan ketua kelompok pemuda yang berkoalisi. Menurut informasi langsung dari Ketua Mahasiswa-Mahasiswi Boven Digoel, yaitu saudara Bernolfus.Tingge dan Ketua Pemuda se-Kota Jayapura, yaitu Saudara Athanasius. Koknak, tentang pertemuan yang akan dilaksanakan pada sore hari nanti. Hal ini dapat disampaikan melalui Intelijen Bupati Yusak.Yaluwo,SH.Msi langsung di kediaman Ketua Himpunan Mahasiswa-Mahasiswi Boven Digoel (HMP-BD) Se-Jayapura, bahwa pertemuan boleh-boleh saja,tetapi jangan sampai menjelekan atau menjatukan nama Bupati. Pernyataan Bupati tersebut, ditanggapi serius oleh kedua pengurus yang berkoalisi melalui pertemuan pada sore hari ini, mereka menyatakan bahwa tidak ada prinsip tawar-menawar lagi, karena sudah sekian lama kami sebagai rakyat Boven Digoel menderita diatas tanah adat kami sendiri,terutama menyangkut hak-hak hidup masyarakat pribumi,hak bersuara masyarakat asli pribumi boven digoel. Selain itu juga masalah-masalah yang diangkat pada saat pertemuan tersebut adalah masalah kedudukan dikursi dewan (legislatif), masalah-masalah kasus korupsi, masalah penerimaan CPNS 20 % bagi masyarakat pribumi, 80% bagi masyarakat non pribumi, serta masalah lainnya seperti pelanggaran Ham, masalah-masalah hak-hak ulayat bagi masyarakat adat yang mempunyai hak sulung atas tanah-tanah tersebut di wilayah kota kabupaten boven digoel maupun luar wilayah kabupaten boven digoel. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa/i, pemuda, masyarakat, berkomitmen untuk melakukan demo damai pada titik-titik yang telah disepakati bersama. Sementara itu, menurut informasih baru yang kami peroleh malam ini adalah Bupati Yusak.Yaluwo lagi tidak tenang dirumah hotelnya, beliau tidak tenang tidur, karena gerakan ini cukup membuat Bupati Yusak.Yaluwo Stress dan ini merupakan ancaman terbesar yang susah di bendung oleh kekuatan manapun, oleh sebab itu, jika Yusak.Yaluwo melukukan aksi teror pertama sebelum ada ancaman dari mahasiswa-mahasiswi dan pemuda maka Yusak.Yaluwo dinyatakan takut dan kalah sebelum bertarung.!!!!!!

Kamis, 22 Oktober 2009

Kabupaten Boven Digoel Masih ada Pelanggaran Ham

Pelanggaran Ham di Boven Digoel Masih Terjadi

Pada dasarnya manusia memiliki hak asasi dalam dirinya secara pribadi sejak lahiria. Namun di Kabupaten Boven Digoel seperti biasanya kita ketahui bersama bahwa ruang-ruang demokrasi bagi masyarakat asli boven digoel sangat tertutup bagi kebebasan masyarakat di daerah tersebut. Di Kabupaten Boven Digoel yang bisa kita temui hanyalah sisa-sisa nafas kehidupan diujung laras senjata, sisa-sisa nafas inipun masih terus dihentikan oleh pihak aparat (TNI-POLRI). Masyarakat terus ditekan dengan cara-cara represif pihak militer, tetapi tidak hanya kekerasan saja yang dialami masyarakat asli boven digoel, masyarakat ditekan dengan berbagai bentuk gaya militerisme, mereka tidak dapat bergerak bebas melakukan aktivitas secara bebas. Proses pembungkaman dilakukan hanya untuk melindungi kepentingan para pejabat koruptor,hanya dengan cara itulah pemerintah daerah bisa berbuat,tetapi menyangkut dengan hal-hal positif tentang kesejahteraan, seperti pendidikan, kesehatan, tidak terasa oleh masyarakat akar rumput asli boven digoel. Bertolak dari hal tersebut diatas, baru-baru ini TNI-POLRI dengan remehnya melakukan pelanggaran Ham terhadap rakyat sipil aslih Boven Digoel. Kejadian sampai akhir ini belum terungkap, karena proses pembungkaman terhadap rakyat asli Boven masih terus berlangsung sampai pada saat bulan September 2009 pihak Kepolisian mengeluarkan informasih yang tidak jelas,informasi yang dikeluarkan pihak polres boven digoel bahwa ada tabrakan misterius ditengah jalan antara wilayah Mindiptana dan kota kabupaten boven digoel. Hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk melindungi kejahatan mereka. Menurut keterangan keluarga korban setelah dikonfirmasi melalui alat komunikasi (HP) ke Kabupaten Boven Digoel kepada pihak korban yang berada dikabupaten boven digoel, pihak korban mengatakan bahwa informasi yang dikeluarkan itu adalah pembohongan publik terhadap masyarakat asli Boven Digoel, hal ini dilakukan hanya untuk mengalihkan pandangan masyarakat pada umumnya secara khusus bagi para keluarga korban untuk sulit mengetahui kematian korban,terutama menutupi kejahatan mereka agar tidak diketahui masyarakat banyak tentang kejadian tersebut terutama lewat media massa maupun media elektronik,kendatipun demikian, masyarakat masih bisa memberikan informasi kepada mahasiswa-mahasiswi secara khusus kelurga korban yang sedang mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Informasih inipun sempat mengejutkan para masyarakat asli boven digoel bahwa ada pembunuhan misterius di daerah mereka,setelah ditelusuri ternyata perbuatan jahat anggota POLRES Boven Digoel terhadap korban penganiayaan dan pembunuhan secara misterius; korban itu adalah AGUSTINUS.RONSOROP dan CHARLES.KIMIN. Keduanya di bunuh ketika mereka mau pulang dari arah wilayah perbatasan yaitu Distrik Mindiptanah menuju ke kota Kabupaten Boven Digoel, perjalanan yang cukup jauh itu, menjadi kesempatan bagi pihak kepolisian Indonesia menghadang kedua pemuda tersebut dan tanpa banyak tanya mereka dianiaya sampai babak belur tubuh mereka,namun belum puas juga polisi dari polres boven digoel ini menusuk kedua tubuh korban hingga tewas. Pada saat di otopsi ternyata banyak luka memar di tubuh kedua korban dan luku tusuk disekujur tubuh kedua korban, menurut para kelurga korban kedua korban ditikam dengan pisau sangkur (sajam) milik anggota polres boven digoel. Dari hasil penyelidikan tersebut, ternyata apa yang di informasikan oleh pihak POLRES Boven Digoel ternyata tidak benar, penuh dengan penipuan terhadap masyarakat asli boven digoel termasuk keluarga korban,maka informasi yang dikeluarkan POLRES Boven Digoel adalah tidak benar.!!

Rabu, 21 Oktober 2009

Hentikan Menggunakan Issu Sanggar

 Organisasi Sanggar Lahan Subur Bagi Kelompok "Onani" Otak


Organisasi Sanggar kini telah terbukti di hadapan mata kita, Organisasi ini adalah tidak lain untuk mengangkat Jati diri Manusia Boven Digoel dari pengaruh Budaya Luar. Organisasi Sanggar Seni & Budaya Boven Digoel adalah juga tempat dimana Manusia Boven Digoel berkumpul,berbcara, serta menyuarakan hak-hak dasar mereka sebagai manusia yang utuh, manusia yang bebas dari segala ikatan,maka Organisasi tersebut dilahirkan tidak hanya bertujuan semata-mata tempat mncari makan, uang, jabatan, apalagi sebagai payung pelindung kepentingan politik, organisasi ini di bangun sebagai tempat berkumpul ke-empat basis Suku yang mendiami wilayah Boven Digoel. Namun setelah diselidiki, ternyata banyak manusia boven digoel yang sedang bergentanyangan dan "onani otak" di wilayah Port-Numbay ini sedang menggunakan Issu Sanggar hanya untuk kepentingan Politik, kepentingan makan & minum bagi kebutuhan hidup mereka di Port-Numbay (Jayapura). Mereka adalah Manusia Boven Digoel yang pantas kita berikan kehormatan "Kelompok orang-orangan, melainkan bukan Manusia Asli Boven Digoel yang kita inginkan, mereka ini juga suka menggunakan Issu radikal hanya untuk mengalihkan pandangan manusia,terutama manusia Boven Digoel,setelah berhasil mengalikan pandangan Manusia terutama Manusia Boven Digoel, disitulah menjadi ruang mereka untuk mengambil posisi sebagai kelompok "onani" & mulai mengelolah berbagai Issu sambil melihat peluang untuk terjun bebas dengan dada masuk kedalam berbagai ruang elit untuk menawarkan konsep tanpa ada bukti masalah yang jelas tersebut, kepada para pejabat teras Boven Digoel & memperoleh makan dari hasil mengelolah issu tersebut. Akan tetapi kami secara pribadi pengurus Sanggar Seni & Budaya Boven Digoel akan terus menggunakan pendekatan secara manusia untuk mengetahui pasti,siapa-siapa yang rakus seperti anjing liar tak bertuan itu,tak tau diri sebagai manusia boven digoel.Selanjutnya hasil tersebut akan di umumkan secara terbuka melalui media massa,elektronik,termasuk melalui forum-forum resmi & tidak terlepas kami juga langsung akan sebut nama-nama langsung tanpa ada pengampunan atau pandang buluh, agar hal ini menjadi pelajaran bagi manusia boven digoel yang lain untuk tidak terulang seperti perbuatan sekelompok orang yan atau orang-perorangan yang sedang lagi asyik diatas pederitaan kaum sendiri. Goresan diatas adalah tidak lain,melainkan memberikan informasi kepada mereka yang sama sekali buta dalam melihat situasi yang sedang diatur & dimainkan secara terorganisir oleh kaum manusia boven digoel sendiri. Hal ini boleh dikatakan bahwa salah satu tindakan penipuan, pembodohan, penindasan, yang sering tanpa sadar dilakukan oleh kaum kita yang dianggap ekstrim, kendatipun demikian di balik radikalisme itu telah tersimpan banyak rahasia kejahatan yang penuh manipulatif, tetapi seringkali orang takut terhadap tindakan mereka, karena mereka benar-benar terlihat jahat & tamak, mereka juga tidak luput dari aksi teror yang mereka perbuat terhadap kaum sendiri. Jika demikian adanya maka apa yang harus kita benarkan dalam perjalanan perjuangan sebagai manusia sejati? Ciri-ciri manusia sejati bukanlah seperti mereka yang pakai issu radikal, tapi tampaknya justru mereka sangat rakus jilat pantat pejabat teras Boven Digoel, disamping jilat pantat, mereka juga tidak terlepas dari spion pejabat teras Boven Digoel. Untuk itu, mahasiswa, masyarakat, pemuda boven digoel tidak berani berkutik,lama-lama mereka akan saling memusnakan seacra pelan-pelan tanpa sadar, dan sinilah Manusia Asli Boven Digoel akan hancur berkeping-keping seperti hancurnya negara Republik Soviet dalam kurun waktu yang tidak lamanya.

Jumat, 04 September 2009

OPM BERDASI BERGENTAYANGAN DI DAERAH MUYU

Pada dasarnya semua manusia papua tahu bahwa nama OPM adalah nama sebuah organisasi perjuangan rakyat papua yang telah diakui oleh duni internasional.Oleh sebab itu,bagi siapa saja,baik anak kecil dalam kandungan yang sudah terbentuk dalam kandungan,ia adalah OPM. Termasuk mereka yang sedang gencar-gencar menyuarakan pemekaran kabupaten Muyu adalah OPM berdasi,mereka sering bersembunyi di balik kepentingan rakyat,organisasi pemerintah,organisasi masyarakat,dan juga dalam organisasi politik. Mereka adalah tokoh-tokoh Intelektual muyu yang pernah terlibat dalam kanca politik,namun karena mereka lebih bodoh dari Bupati Yusak.Yaluwo,maka apa yang mereka dapat? Kegagalan terus terjadi dalam pertarungan pesta demokrasi itu. Mereka baru saja pertemuan beberapa hari yang lalu di Rumah Anggota MRP (Ibu Erna.Mahuze),selanjutnya mereka sudah atur strategi untuk bikin kacau keutuhan negara indonesia. Untuk mengetahui informasih lebih lanjut,kami persilahkan mereka yang merasa diri sebagai anak suku bangsa Muyu,silahkan pergi dan mengikuti acara pertemuan tersebut,jika anda merasa anda mempunyai dusun/tanah adat di daerah Muyu.

di poskan oleh: Guter Berk